Your search results

REVITALISASI SITU BAGENDIT MENUJU DESTINASI WISATA KELAS DUNIA

Posted by admin on 11 January, 2021
0

Revitalisasi Situ Bagendit di Kabupaten Garut sebagai destinasi wisata kelas dunia yang merupakan program pemerintah pusat atas gagasan Presiden Joko Widodo telah dimulai pengerjaannya sejak 1 Nopember lalu.

Proyek ambisius yang akan menelan anggaran 104 miliar ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021. Dengan begitu, wajah baru Situ Bagendit sebagai destinasi wisata kelas dunia bisa dinikmati untuk umum per 1 Januari 2022.

Dengan penataan kawasan yang super megah ini, pemerintah yakin akan menambah daya tarik dan menyedot banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara

Lingkup pengerjaan revitalisasi yang mengusung konsep ekowisata meliputi pembangunan pintu masuk,area parkir, area plaza, dermaga wisata, amphiteater, pujasera, masjid apung, serta bangunan penunjang lainnya. Total lahan yang dibutuhkan pada penataan tahap pertama seluas 3,5 hektar, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer, dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektar.

Bupati Garut memberikan pesan khusus kepada PT. Adhi Karya sebagai kontraktor penataan kawasan Situ Bagendit, agar proyek strategis ini sesuai dengan waktu yang disepakati yakni selama 14 bulan.
“Khusus untuk PT. Adhi Karya sebagai pelaksana pekerjaan penataan/ pembangunan destinasi wisata terpadu Situ Bagendit, selamat melaksanakan pekerjaan proyek strategis ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memperhatikan time scedule yang telah disepakati selama 14 bulan sampai dengan bulan Desember 2021, kalau bisa dipercepat itu akan lebih baik,” ucapnya.

Rudy menambahkan untuk pelaksanaan revitalisasi ini, Pemkab Garut telah membebaskan tanah masyarakat, sekitar 7,5 hektar yang ada di pinggiran Situ Bagendit, dengan menghabiskan dana sebesar 22 Miliar Rupiah. “Kita membebaskan tanah masyarakat kurang lebih 7.5 hektar, yang ada dipinggir Situ Bagendit ini, yang dibangun itu adalah yang di bibir dan di tengah (situ bagendit), kami tambah lagi 7,5 hektar, (sehingga) asetnya bertambah dengan membebaskan kurang lebih 22 Miliar Rupiah,” ujar Rudy.

Revitalisasi ini juga tambah Rudy, keseluruhannya menghabiskan anggaran sekitar 104 Miliar Rupiah. “Anggaran ini menghabiskan sekitar 104 miliar; dari Pemda 22 miliar, dari sana (Kemen PUPR) 81 Miliar,” tambahnya.
Ia berharap dalam pelaksanaan revitalisasi ini selalu memperhatikan kearifan lokal yang ada di daerah tersebut. “Harapan kami dalam pelaksanaanya senantiasa berkoordinasi dan memanfaatkan sumber daya baik tenaga kerja maupun material serta selalu memperhatikan kearifan lokal yang ada diwilayah Kecamatan Banyuresmi.” Pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings

Silahkan klik disini
1
Hallo, silahkan hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut