Your search results

MENGENAL PERBEDAAN KPR KONVENSIONAL & KPR SYARIAH

Posted by admin on 27 February, 2021
0

Semakin tingginya harga property membuat masyarakat memiliki kecenderungan lebih suka memanfaatkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebagai alternatif utama untuk membeli rumah. Berdasarkan data dari Bank Indonesia,76% konsumen masih mengandalkan KPR untuk membeli rumah, sisanya Cash keras dan Cash bertahap.

Ada 2 skema pembiayaan KPR yang bisa kamu pilih yaitu KPR Konvensional dan KPR Syariah. Apa perbedaan keduanya ? Secara prinsip dasar KPR Konvensional melakukan transaksi uang,sedangkan KPR Syariah melakukan transaksi barang. KPR Konvensional menggunakan skema Kredit berbunga dengan syarat dan ketentuan angsuran ditentukan oleh pihak Bank pemberi pinjaman sedangkan KPR Syariah mengadaptasi sistem jual-beli syariah dengan prinsip akad Murabahah menurut hukum Islam yang menggunakan sistem bagi hasil.

Untuk lebih jelasnya perbedaan keduanya dapat disimak pada penjelasan berikut ini :

KPR Konvensional

  • Syarat dan ketentuan ditetapkan bank pemberi kredit
  • Suku bunga disesuaikan dengan naik-turunnya BI rate atau kebijakan bank
  • Apabila konsumen terlambat atau menunggak pembayaran akan dikenakan sanksi berupa denda
  • Tenor berkisar 5 – 25 tahun

KPR Syariah

  • Menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli)
  • Tidak mengenal sistem bunga tetapi bagi hasil sehingga cicilan menjadi flat atau tetap selama masa tenor
  • Jika konsumen terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan didenda
  • Tenor berkisar 5 – 15 tahun

Kelebihan KPR Syariah

  1. Cicilan bersifat tetap, tidak tergantung pada suku bunga Bank Indonesia.
  2. Ketika ingin melunasi pembayaran lebih awal, bank syariah tidak akan mengenakan penalti atau denda seperti pada KPR konvensional.
  3. Lebih mudah melakukan perencanaan keuangan bagi keluarga karena sifat cicilan yang tetap.
  4. Pada umumnya uang muka lebih ringan dibanding KPR konvensional,
  5. Proses lebih cepat dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah.

Kini ada banyak lembaga perbankan yang menawarkan produk KPR Syariah. Selain membeli rumah, KPR syariah juga bisa dimanfaatkan untuk membangun, merenovasi rumah, dan membeli tanah kavling serta rumah indent.

KPR Syariah Memiliki Keunikan

Nah, selain semua perbedaan tadi, ada satu hal unik yang dimiliki oleh KPR syariah, yaitu KPR syariah memberikan kebebasan kepada nasabah untuk menegosiasikan pilihan rumah dengan bank. Bahkan, beberapa KPR syariah mengizinkan kamu untuk tidak meneruskan pinjaman yang pertama dan berganti rumah yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu. Biasanya ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi ataupun daerah, misalnya kamu ingin berpindah dari perumahan baru di Jakarta ke Purwokerto.

Hal ini karena KPR syariah memiliki akad kepemilikan bertahap yang disebut dengan istilah Musyarakah Mutanaqishah, dimana baik nasabah maupun bank sama-sama memiliki rumah dan nasabah membayar cicilan yang diberikan. Kemudian, kepemilikan akan berpindah ke tangan nasabah secara bertahap dari pihak bank. Berbeda dengan KPR konvensional yang mengharuskan kamu untuk menuntaskan apa yang kamu tentukan di awal.

Demikianlah perbedaan antara KPR syariah dan KPR konvensional. Setelah membaca ulasan di atas, apakah kamu sudah menentukan jenis KPR apa yang akan kamu gunakan? Keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing ya. Oleh karena itu, pastikan sebelum membeli rumah rencanakan semuanya dengan matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings

Silahkan klik disini
1
Hallo, silahkan hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut