Your search results

MASJID AGUNG SYAIKH ZAYED SOLO, HADIAH DARI PANGERAN UEA MULAI DIBANGUN

Posted by admin on 26 April, 2021
0

Pada bulan Maret kemarin (6/3), telah dilaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Syaikh Zayed Solo yang merupakan hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan untuk Presiden Joko Widodo sebagai bentuk kedekatan dan penguatan hubungan bilateral kedua negara. Seperti diketahui sebelumnya, nama Presiden Joko Widodo telah disematkan sebagai nama salah satu jalan strategis di negara itu, dan Pemerintah Indonesia juga telah resmi merubah nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II menjadi Jalan Tol MBZ (Syaikh Mohamed Bin Zayed).

Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

Masjid Agung Sheikh Zayed Solo merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. Dengan demikian, masjid tersebut dirancang semirip mungkin aslinya hanya saja berukuran lebih kecil.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 3 hektar di bekas Depo Pertamina, Gilingan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Pembangunannya  diperkirakan akan memakan waktu selama 1,5 tahun dan menelan biaya hingga Rp 300 miliar yang keseluruhannya ditanggung oleh UEA. Ditargetkan rampung pada 2022 mendatang dan dapat menampung hingga 10.000 jemaah.

Lantas, seperti apa gambaran desain arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo nantinya?

Mengutip laman Instagram Walikota Solo Gibran Rakabuming, Masjid Agung Syeikh Zayed ini akan memiliki empat menara yang masing-masing tingginya sekitar 106 meter, juga akan dihiasi oleh 82 kubah yang terbuat dari marmer putih, dengan kubah terbesar berada di ruang shalat utama.

Baca juga : RESMI..!! PER 1 MARET BELI RUMAH DP 0%

Kolom mahkota masjid nantinya akan berbentuk bawang yang dihiasi dengan mosaik kaca emas. Gaya arsitektur masjid ini mengadopsi unsur Maroko, Andalusia dan Mamluk.

Sebelah timur masjid akan ada bulevar, sedangkan di sisi depan akan dibangun air mancur yang dikombinasikan dengan tanaman-tanaman khas Solo.

“Masjid ini akan menjadi monumen persahabatan antara Solo-Indonesia dengan Uni Emirate Arab. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tentu masjid ini akan menjadi simbol keagungan agama Rahmatan Lil ‘aalamin,” tulis Gibran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings

Silahkan klik disini
1
Hallo, silahkan hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut