Advanced Search
More Search Options
We found 0 results. Do you want to load the results now ?
Advanced Search
More Search Options
we found 0 results
Your search results

Cara Mudah Millennial Punya Rumah

Posted by admin on 7 September, 2019
| 0

Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini.

gambaran generasi milenial

Secara singkat, millennial adalah generasi jaman sekarang. Generasi yang sudah mengalami perubahan drastis dari peradaban dunia, dimana teknologi begitu maju dan tentunya pergeseran tatanan ekonomi dengan perbedaan harga yang begitu mencolok dari era sebelumnya. Dan yang paling menonjol adalah perubahan nilai property baik tanah mupun rumah.

Tingginya harga rumah membuat banyak generasi millennial patah arang soal memiliki rumah sendiri. Banyak yang pesimis generasi anak muda ini bisa punya rumah. Ada banyak cara agar generasi millennial ini punya tempat tinggal. Banyak jalan menuju Roma.

Tips Memiliki Rumah
Apa langkah yang bisa dilakukan generasi millennial mewujudkan impian punya rumah ? Kami sarankan 5 hal yang bisa dilakukan.

1. Menabung Otomatis Untuk DP

Ini langkah yang mungkin sebagian orang sudah pernah mendengarnya. Menurut banyak penelitian, kesulitan utama memiliki rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat kredit KPR. Sementara itu, hampir mustahil mengambil rumah jika tidak lewat kredit ke bank.

Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP ?

Langkah paling basic adalah menabung dari penghasilan. Namun, banyak yang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka.

Menurut survey Acorns (2015), kami kutip dari Jakarta Post, bahwa hampir separuh anak muda menghabiskan uang mereka lebih banyak untuk nongkrong di kedai kopi dibandingkan menabung untuk pensiun.

Cara yang paling efektif adalah menabung ketika baru terima gaji. Jangan tunda sampai akhir bulan, namun saat gaji masuk rekening, langsung disisihkan untuk uang muka.

Salah satunya, mereka bisa memanfaatkan fitur Reksadana Auto-Invest, yaitu memotong rekening secara otomatis dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan untuk diinvestasikan di instrumen Reksadana yang sudah dipilih diawal. Dengan membuat prosesnya otomatis, Anda akan dengan sendirinya menabung secara regular.

Dibandingkan menabung uang muka di tabungan, Reksadana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik. Contohnya adalah Reksadana Pasar Uang.

Namun, kami sangat tidak menyarankan menabung uang muka di instrumen berikut ini :

  • Reksadana Saham atau Campuran karena meskipun potensi return tinggi, tetapi tingginya resiko membuat kedua instrumen ini tidak cocok dengan sifat DP yang dikumpulkan dalam jangka pendek.
  • Apalagi di Asuransi Investasi (Unit Link). Sangat tidak disarankan karena besarnya potongan biaya dalam asuransi jenis ini.

2 Beli Apartemen Dekat Akses Transportasi

Rumah tapak jelas tidak murah di Purwokerto dan sekitarnya. Tingginya harga tanah otomatis membuat harga rumah ikut terkerek naik.

Kalau ingin punya rumah dengan harga terjangkau, lokasinya jauh sekali di pinggiran kota. Orang bilang, lokasinya di ujung berung.

Solusinya, Anda bisa membeli apartemen dahulu. Keuntungan membeli apartemen adalah: (1) harga lebih terjangkau dibandingkan rumah tapak; (2) lokasi apartemen umumnya cukup strategis.

Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota. Namun, apartemen ini dekat dengan transportasi publik.

Saat ini, beberapa pengembang dan Pemda mengembangkan TOD (transit oriented development) yang mengintegrasikan properti dengan jaringan transportasi publik. Ini bisa menjadi sasaran buat millennial.

Lakukanlah survei mengunjungi sarana transportasi yang sedang getol dibangun. Kemungkinan besar di sekitar tempat itu terdapat apartemen yang sedang ikut dibangun.

3 Program Cicilan DP

Kesulitan para first jober, pekerja pemula, adalah tidak memiliki uang muka. Salah satu solusinya adalah ikut program cicilan DP. Anda mencicil uang muka selama jangka waktu tertentu.

Program ini diinisiasi oleh developer.

Contohnya, pengembang memberikan waktu selama 22 bulan bagi calon pembeli untuk mencicil uang muka yang dihitung berdasarkan harga beli yang sudah ditentukan di awal.

Calon pembeli mencicil DP ke pengembang. Setelah uang muka lunasi, barulah calon pembeli mengajukan kredit ke bank.

Harga sudah disepakati diawal. Karena itu, saat nanti lunas beberapa bulan kemudian, harga beli tidak akan berubah dari yang sudah disepakati.

Meskipun program ini cukup membantu, namun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  1. Harga beli dengan cicilan DP lebih tinggi dibandingkan tanpa cicilan DP. Ini karena pengembang ‘kehilangan’ waktu menunggu Anda menyelesaikan uang muka.
  2. Jika ditengah jalan, Anda gagal menyelesaikan cicilan DP atau akhirnya pengajuan kredit tidak disetujui bank, maka cicilan yang sudah dibayarkan akan hangus.

4 Ambil KPR Tenor Paling Panjang

Masalah generasi millineal adalah DP kecil dan kemampuan mencicil pinjaman juga kecil. So, harus bagaimana ?

Bagi yang masih muda dan baru masuk bekerja, mereka memiliki fleksibilitas tenor KPR. Bisa mengambil kredit dalam jangka waktu panjang (sepanjang mungkin…).

Bank umumnya menetapkan masa diatas usia pensiun 55 tahun sebagai batasan tidak boleh mencicil kredit lagi. Artinya, para pekerja muda punya kesempatan mengambil masa pinjaman yang maksimal.

Saat ini, bank yang paling lama memberi pinjaman KPR adalah dalam jangka waktu 25 tahun. Anda yang masih berusia dibawah 30 tahun bisa memanfaatkan masa tenor sepanjang itu.

Kenapa tenor menjadi penting ? Karena tenor yang panjang menurunkan jumlah cicilan per bulan.

Meskipun menyetor uang muka kecil, namun Anda masih bisa mendapatkan kredit karena jumlah cicilan yang kecil akibat masa pinjaman yang panjang.

Bukankah dengan cicilan yang semakin panjang, beban bunga yang peminjam harus bayarkan makin bengkak. Alih – alih bisa lebih besar bunga dibandingkan hutang pokok karena lamanya masa pinjaman.

Itu betul soal jumlah bunga yang membesar seiring masa pinjaman. Namun, Anda perlu ingat bahwa nilai tanah dan bangunan meningkat setiap tahun dengan peningkatan rata-rata diatas suku bunga KPR.

Artinya, menurut banyak financial planner, tidak masalah berhutang pada asset yang nilainya terus meningkat karena ujungnya Anda akan untung akibat kenaikkan nilai asset yang lebih besar dari bunga kredit yang harus dibayar.

5 Kerja di Perusahaan Dengan Fasilitas KPR

Ini cara yang tidak mudah tetapi tidak mustahil. Beberapa perusahaan memberikan subsidi bunga KPR kepada karyawannya.

Yang kami tahu dan pernah mengalaminya sendiri adalah perbankan. Bank menawarkan fasilitas subsidi bunga KPR yang sangat menarik bagi karyawan mereka. Karena itu, ketika mulai bekerja, generasi millennial sebaiknya tidak hanya fokus pada gaji semata tetapi juga fasilitas pinjaman dengan subsidi bunga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.