Advanced Search
More Search Options
We found 0 results. Do you want to load the results now ?
Advanced Search
More Search Options
we found 0 results
Your search results

Beli Rumah Pakai KPR Konvensional atau Syariah ?

Posted by admin on 10 September, 2019
| 0

Mempunyai rumah sendiri adalah dambaan bagia setiap orang karena dengan mempunyai rumah sendiri kita bisa hidup mandiri. Dengan memiliki rumah sendiri kita bisa mengatur keuangan rumah tangga. Tapi bukan perkara mudah ketika akan membeli rumah, apalagi dengan harga rumah yang semakin tinggi. Tidak semua mampu membeli dengan cash karena harus mempunyai uang yang cukup banyak sampai ratusan juta rupiah. Sebagai solusinya adalah dengan cara membeli secara kredit.

Membeli secara kredit berarti kita harus siap mencicil angsuran ke bank dengan jangka waktu yang lama. Ingin menyicil rumah tapi bingung memilih bank untuk Kredit Pemilikan Rumah? Kebimbangan selanjutnya adalah masih ragu menyicil rumah karena takut riba? Saat ini, masyarakat dihadapkan dua pilihan cicilan rumah melalui KPR bank konvensional maupun bank syariah.

Perbedaannya tentu pada prinsip meminjam yang digunakan. KPR syariah tentunya mengadopsi prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan keyakinan orang Islam. Sementara konvensional dilakukan dengan cara seperti pengajuan kredit biasa.

Berikut beberapa poin yang membedakan KPR Konvensional dan KPR Syariah:

  1. Akad beli rumah KPR syariah menggunakan akad murabahah yaitu akad jual beli antara bank dan nasabah di mana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. Misalnya, harga rumah Rp 500 juta ditambah margin yang diambil bank syariah sebesar Rp 100 juta. Maka yang harus Anda bayarkan hingga lunas adalah Rp 600 juta dikurangi uang muka. Sementara prinsip pada KPR konvensional adalah transaksi jual beli dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan bank pemberi kredit. Jumlah yang dilunasi, selain harga rumah, juga terhitung bunga pinjaman.
  2. Suku bunga KPR konvensional mengenakan bunga cicilan yang menyesuaikan dengan suku bunga saat itu. Misalnya, suku bunga cicilan lima tahun pertama bisa jadi berbeda dengan tahun-tahun berikutnya. Sementara KPR syariah bebas dari bunga. Cicilan menggunakan KPR syariah jumlahnya tetap hingga lunas. “Sepanjang tenor itu tetap. Jadi bisa diprediksi dari awal berapa cicilan sampai lunas,”
  3. Tenor kredit Umumnya bank konvensional memberikan tenor KPR lebih panjang ketimbang bank syariah. Bank Mandiri Syariah dan BNI Syariah, misalnya, memberikan tenor kredit hanya 10-15 tahun. Sementara BTN dan BNI jangka waktu kreditnya bisa mencapai 25 tahun.
  4. Denda, bank konvensional akan mengenakan denda bagi nasabah yang menunggak pembayaran saat mengambil KPR. Namun, tidak dengan bank syariah. Tidak ada denda yang dikenakan jika konsumen terlambat membayar cicilan KPR.
  5. Besar cicilan bulana, Simulasi KPR dilakukan menggunakan kalkulator Bank BTN dengan DP 0 persen. Hasilnya, dengan harga rumah Rp 300 juta dan tenor 15 tahun, cicilan yang harus dibayar dengan menggunakan KPR konvensional sebesar Rp 2.920.739 perbulan. Perhitungan ini dengan pertimbangan suku bunga fixed sebesar 8 persen per tahun. Sementara, bila menggunakan kalkulator syariah untuk harga dan tenor yang sama, didapati hasilnya Rp 5.166.667 per bulan. Untuk catatan margin per annum sebesar 14 persen dengan menggunakan akad murabahah. Tingginya cicilan KPR syariah dengan akad murabahah ini karena memang margin yang digunakan sudah tinggi sejak awal. Namun, sifat margin tersebut flat hingga tenor pembayaran cicilan berakhir. Sementara suku bunga bank konvesional menawarkan bunga flat rendah dengan jangka waktu tertentu. Setelah itu mengikuti pergerakan pasar.

Sekarang terserah kita mau menggunakan fasilitas KPR yang mana, setelah mengetahui perbandigan antara KPR Konvensional dengan KPR syariah karena semua mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kami tunggu KPR Anda di Griya Satria

Leave a Reply

Your email address will not be published.